Konservasi31 Maret 2026

Kick Off Asesmen Konservasi Air di Lumbang

Oleh: Admin YEKA

Kick off Program Konservasi Air Dan Penyusunan Renja 2025.1

Foto: Kick off Program Konservasi Air Dan Penyusunan Renja 2025.1

Lumbang – PT Tirta Investama-Plant Keboncandi bersama Yayasan Elang Katulistiwa (YEKA) dengan dukungan teknis Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya melaksanakan asesmen konservasi air di lima desa Kecamatan Lumbang pada minggu ketiga Agustus hingga minggu pertama September 2025. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi kondisi ketersediaan air, memetakan permasalahan kekeringan dan degradasi sumber air, serta menggali harapan masyarakat untuk pengelolaan air berkelanjutan sebagai dasar program CSR konservasi air. Suasana kegiatan berlangsung partisipatif dengan melibatkan perangkat desa, kelompok tani hutan, petani, tokoh adat, dan masyarakat lokal. Tim asesmen turun langsung ke Desa Lumbang, Kronto, Wonorejo, Pancur, dan Bulukandang. Forum diskusi di balai desa menghadirkan atmosfer hangat, di mana warga menyampaikan pengalaman menghadapi krisis air sekaligus aspirasi mereka terhadap program konservasi. Pelaksanaan dimulai dengan koordinasi bersama pemerintah kecamatan dan perangkat desa. Tim gabungan YEKA dan mahasiswa UINSA melakukan wawancara mendalam serta observasi lapangan. Data dikumpulkan dalam bentuk catatan, dokumentasi foto, dan peta indikatif potensi sumber air. Selain itu, forum diskusi kelompok (FGD) menjadi wadah pertukaran gagasan antara masyarakat dan tim teknis. Forum multipihak menghasilkan sejumlah temuan penting. Dengan demikian, setiap desa memiliki potret masalah dan peluang berbeda. Suasana hangat terlihat ketika petani hutan menyampaikan harapan agar akses air bersih dapat stabil sepanjang tahun. Lebih jauh lagi, masyarakat menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan dari pihak swasta dan akademisi. Beberapa capaian awal yang dirumuskan antara lain:

• Tersusunnya peta potensi dan permasalahan air di lima desa Kecamatan Lumbang.

• Meningkatnya pemahaman masyarakat dan pemerintah desa mengenai konsep konservasi air.

• Terbangunnya jejaring kemitraan antara PT Tirta Investama, YEKA, UINSA, dan pemerintah desa.

Oleh karena itu, dampak awal kegiatan ini menegaskan Desa Lumbang sebagai pilot project konservasi air ke depan, program lanjutan akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur konservasi seperti sumur resapan, tandon air, dan jaringan perpipaan dengan timeline implementasi mulai 2026. Rencana tindak lanjut juga mencakup pelatihan teknis bagi kelompok pengelola air desa. “Kolaborasi ini menjadi fondasi penting untuk memastikan keberlanjutan akses air bersih di Lumbang. Kami berkomitmen mendampingi masyarakat dalam setiap tahap,” (ujar Direktur YEKA). Penutup kegiatan menegaskan bahwa sinergi multipihak adalah kunci keberhasilan konservasi air. Harapan besar muncul agar upaya ini tidak berhenti pada asesmen, melainkan berlanjut menjadi program berkelanjutan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.