Konservasi31 Maret 2026

Aksi Tanam 2.000 Bibit di Lumbang

Oleh: Admin YEKA

Aksi Tanam 2000 Bibit Dan Validasi Forum Das 2
Aksi Tanam 2000 Bibit Dan Validasi Forum Das

Foto: Aksi Tanam 2000 Bibit Dan Validasi Forum Das 2

Pasuruan – Yayasan Elang Katulistiwa Adipavitra (YEKA) dengan dukungan CSR PT Tirta Investama–Plant Keboncandi bersama KMPS Puncet melaksanakan aksi tanam 2.000 bibit di Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, pada 23 Desember 2025. Kegiatan ini bertujuan memperkuat konservasi daerah tangkapan air, melakukan koordinasi awal dengan Forum DAS, serta menyerahkan pengelolaan Program Penjaga Lingkungan Hidup (PJLH) kepada kelompok masyarakat sebagai penguatan kelembagaan. Suasana kegiatan berlangsung semarak sejak pagi.

Meski sempat mengalami penyesuaian waktu, forum tetap dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Forum DAS Pasuruan, Camat Lumbang, Pemerintah Desa, hingga perwakilan PT Tirta Investama. Kehadiran 33 petani penerima bibit menambah semangat acara yang digelar di tengah kawasan konservasi Desa Lumbang. Pelaksanaan dimulai dengan registrasi dan pembukaan oleh YEKA, dilanjutkan sambutan dari para pemangku kepentingan.

Seremonial aksi tanam menjadi momen penting, ditandai dengan serah terima PJLH kepada KMPS Lumbang, Petung, dan Galih. Selain itu, Kecamatan Lumbang menyerahkan sertifikat apresiasi kepada PT Tirta Investama. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga memperkuat komitmen kelembagaan masyarakat. Lebih jauh lagi, kunjungan lapangan dilakukan untuk meninjau lokasi PJLH dan peternakan terpadu KMPS Puncet sebagai bagian dari koordinasi teknis validasi. Forum multipihak menghasilkan sejumlah capaian. Suasana hangat terlihat ketika para peserta menyepakati langkah lanjutan untuk mendukung keberlanjutan konservasi air. Temuan utama yang dicatat antara lain:

• Aksi tanam 2.000 bibit terlaksana sesuai rencana sebagai bagian dari Program Konservasi Air.

• Serah terima PJLH memperkuat peran KMPS dalam menjaga vegetasi dan infrastruktur konservasi.

• Koordinasi awal dengan Forum DAS Pasuruan membuka jalan bagi validasi program.

• Komitmen multipihak terbentuk untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan sumber daya air.

Oleh karena itu, dampak awal kegiatan ini menegaskan Desa Lumbang sebagai pilot project konservasi berbasis masyarakat. Ke depan, validasi formal Forum DAS bersama DLH Pasuruan akan dijadwalkan ulang. Selain itu, dokumen pendukung akan dilengkapi, sementara KMPS didorong melakukan pemeliharaan rutin tanaman dan infrastruktur konservasi. Integrasi hasil validasi ke dalam laporan akhir program menjadi bagian dari rencana tindak lanjut yang menekankan keberlanjutan.

“Penanaman ini bukan sekadar aksi simbolis, tetapi langkah nyata memperkuat peran masyarakat dalam menjaga sumber daya air,” (ujar Direktur YEKA). Penutupan kegiatan menegaskan pentingnya sinergi multipihak. Harapan besar disampaikan agar komitmen lintas sektor terus berlanjut, sehingga konservasi air di Desa Lumbang menjadi model keberlanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lain.