GRESIK – Pemulihan ekosistem pesisir di wilayah utara Gresik terus menunjukkan tren positif yang progresif. PT Smelting bekerja sama dengan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Pangkahkulon melangsungkan aksi penyulaman tahap kedua sebanyak 1.000 bibit mangrove jenis Rhizophora di kawasan pesisir utara Desa Pangkahkulon, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, pada Selasa (14/07/2026). Langkah strategis yang difasilitasi oleh Yayasan Elang Katulistiwa (YEKA) ini merupakan kelanjutan langsung dari penanaman yang telah dilaksanakan pada 15 Juni lalu, dengan fokus utama untuk memaksimalkan densitas vegetasi serta menjamin tingkat kelulushidupan tanaman di zona rehabilitasi tersebut.
Persiapan intensif telah dimulai sejak sehari sebelumnya, yakni Senin (13/07/2026), melalui koordinasi teknis matang dan pengadaan material ajir bambu oleh Pokmaswas. Tepat pada hari pelaksanaan, seluruh bibit Rhizophora berkualitas tinggi dimobilisasi langsung dari green house Pangkahkulon menuju lokasi penanaman menggunakan armada tiga unit perahu motor milik nelayan setempat. Perjalanan laut memakan waktu sekitar 10 menit dari titik transit di Lewehan, setelah tim sempat menunggu momentum surutnya air laut demi mendapatkan ruang tanam dan landasan lumpur yang ideal.
Proses penanaman di lapangan berjalan jauh lebih efisien dibandingkan dengan aksi pada bulan sebelumnya. Sebanyak sembilan personel Pokmaswas didampingi fasilitator lapangan memanfaatkan modifikasi alat bantu berupa ski air lumpur tradisional. Alat bantu ini terbukti efektif mempercepat mobilisasi bibit sekaligus memudahkan pemasangan ajir pengikat dan penanaman bibit secara simultan di atas hamparan substrat lumpur yang pekat. Berkat pemanfaatan inovasi lokal tersebut, seluruh target intervensi 1.000 titik sulam berhasil diselesaikan secara presisi hanya dalam kurun waktu 1 jam 20 menit tanpa hambatan operasional.
"Penyulaman tahap kedua ini menjadi bukti komitmen kami bahwa restorasi pesisir tidak boleh berhenti pada seremonial penanaman awal saja. Kami memastikan kerapatan vegetasi Rhizophora di lapangan berada pada kondisi optimal agar struktur akarnya kelak mampu menahan terjangan abrasi, mereduksi dampak perubahan iklim, sekaligus memulihkan keanekaragaman hayati makrozoobenthos pesisir," ujar perwakilan tim fasilitator lapangan saat memimpin evaluasi pasca-kegiatan di lokasi.
Ia menambahkan bahwa pelibatan aktif Pokmaswas sejak tahap persiapan hingga eksekusi harian menjadi pilar utama dalam membangun rasa kepemilikan lokal dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan tangkap.
Pasca-penyulaman tahap kedua ini, sistem manajemen kawasan yang diterapkan telah merancang skema perawatan jangka panjang yang ketat. Tim gabungan akan segera melakukan monitoring berkala untuk mengamati adaptasi awal bibit sulaman terhadap dinamika pasang-surut. Selanjutnya, evaluasi pertumbuhan komprehensif yang mengukur parameter tinggi batang, jumlah daun, dan persentase kelulushidupan tanaman dijadwalkan secara berkala setelah memasuki usia tanam tiga bulan.