Konservasi31 Maret 2026

Kick Off Penanaman 2.000 Bibit di Desa Lumbang

Oleh: Admin YEKA

Kick Off Penanaman 2.000 Bibit di Desa Lumbang
Kick Off Penanaman 2.000 Bibit di Desa Lumbang

Foto: Kick Off Penanaman 2.000 Bibit di Desa Lumbang

Pasuruan – Yayasan Elang Katulistiwa Adipavitra (YEKA) bersama KMPS Puncet, Pemerintah Desa Lumbang, serta petani setempat melaksanakan kegiatan penanaman 2.000 bibit di Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, pada periode minggu keempat November hingga minggu kedua Desember.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan tutupan vegetasi, mendukung konservasi air, sekaligus memberi manfaat ekonomi jangka menengah bagi petani. Suasana kegiatan terlihat hangat dengan partisipasi 33 petani penerima bibit. Forum lapangan berlangsung di tengah hamparan lahan pertanian yang menjadi kawasan penyangga sumber air. Antusiasme peserta tampak dari keterlibatan aktif mereka dalam proses distribusi bibit dan diskusi teknis penanaman.

Proses pelaksanaan dimulai dengan koordinasi antara YEKA, KMPS Puncet, dan Pemerintah Desa Lumbang untuk menetapkan lokasi tanam. Setelah itu, bibit durian, alpukat, mangga, dan petai didistribusikan sesuai preferensi petani. Penanaman dilakukan bertahap dengan pendampingan teknis, serta diintegrasikan dengan rorak dan sumur resapan yang telah dibangun sebelumnya.

Dengan demikian, tanaman tidak hanya berfungsi sebagai penutup lahan, tetapi juga mendukung infiltrasi air. Forum multipihak menghasilkan sejumlah capaian penting. Selain itu, partisipasi petani meningkat karena jenis tanaman sesuai kebutuhan mereka. Lebih jauh lagi, luasan lahan tertanami melampaui target awal. Temuan utama yang dicatat antara lain:

• Jumlah petani penerima bibit meningkat dari target 15 menjadi 33 orang. 

• Luasan lahan tertanami bertambah dari target 5 hektare menjadi lebih dari 10 hektare.

• Tingkat partisipasi tinggi karena tanaman bernilai ekonomi dipilih sesuai minat petani.

• Penanaman dilakukan di lahan yang langsung terkait dengan kawasan tangkapan air.

Oleh karena itu, dampak awal kegiatan ini menegaskan Desa Lumbang sebagai pilot project konservasi air berbasis lahan. Ke depan, monitoring pertumbuhan bibit akan dilakukan rutin dua minggu sekali oleh KMPS Puncet. Selain itu, pemeliharaan tanaman akan diintegrasikan ke dalam skema Pembayaran Jasa Lingkungan (PJL), dengan data lokasi dan kondisi tanaman diperbarui secara berkala.

“Program ini bukan hanya menanam pohon, tetapi menanam harapan bagi keberlanjutan sumber air dan kesejahteraan petani,” (ujar Direktur YEKA). Penutupan kegiatan menekankan pentingnya sinergi multipihak. Harapan besar disampaikan agar komitmen lintas sektor terus berlanjut, sehingga konservasi air di Desa Lumbang menjadi model keberlanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lain.