GRESIK – Jaringan kerja Relawan Dunia Eco Enzim (RDEE) bersama Koperasi Bumi Sehat Gresik (KBSG) berhasil menuntaskan 100% target inventarisasi seluruh aset fisik organisasi di tengah proses pemindahan pos operasional ke kawasan Perum BRAI, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik sepanjang Februari 2026. Langkah mitigasi ruang ini diambil secara taktis guna mengamankan barang penunjang program Bina Lingkungan pasca-pembatalan nota kesepahaman (MoU) sepihak terkait pemanfaatan gedung sekretariat bersama terdahulu oleh pengurus Kwartir Pramuka Cabang Gresik. Bersamaan dengan proses migrasi logistik tersebut, konsolidasi program tetap berhasil mengamankan dokumen final riset pupuk cair organik dari tim peneliti untuk keperluan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Akselerasi pemindahan aset fisik dimulai pasca-pertemuan koordinasi pada 6 Februari 2026 yang dihadiri oleh perwakilan pengurus koperasi, Kwartir Pramuka, serta perwakilan manajemen CSR PT Smelting selaku penyedia dukungan renovasi gedung pada anggaran tahun 2024 lalu. Penyerahan kembali gedung yang sebelumnya telah disetujui pemanfaatannya oleh Wakil Bupati Gresik tersebut memaksa tim fasilitator lapangan menerapkan protokol evakuasi logistik terdesentralisasi ke beberapa titik rumah pengurus demi menghindari risiko kerusakan aset. Seluruh proses pengelompokan dan pendataan barang berhasil diselesaikan secara menyeluruh pada 23 Februari 2026 di bawah koordinasi terpusat di kediaman Ketua KBSG di Randuagung.
Di sektor pengembangan produk sirkular ekonomi, pergerakan legalitas usaha mencatatkan kemajuan strategis pada 9 Februari 2026 melalui penyerahan resmi draf laporan riset formulasi pupuk oleh Pak Nur Yaqin. Berkas data ilmiah tersebut langsung diintegrasikan ke dalam pemenuhan persyaratan administratif pendaftaran merek dagang "Gugus Organik" di Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gresik. Meski instrumen persetujuan entitas UMKM masih tertahan pada level 30% akibat antrean verifikasi teknis dinas, pasokan data laboratorium dari dokumen riset terbaru ini diproyeksikan mampu mempercepat penerbitan NIB pupuk cair organik pada siklus kerja berikutnya.
Meskipun aktivitas pengamanan aset dan penataan ulang internal berhasil diselesaikan, keterbatasan kapasitas personel dan kendala pembagian tupoksi keuangan internal berdampak pada penundaan dua agenda lapangan utama, yakni pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) KBSG serta asesmen awal Kampung Eco Enzim di lingkungan RW 11 Desa Yosowilangon, Kecamatan Manyar. Evaluasi berkala telah diterbitkan untuk mengintensifkan kembali lini masa program yang tertunda tersebut pada bulan Maret.
Ketua Koperasi Bumi Sehat Gresik (KBSG) menyatakan bahwa perubahan lokasi sekretariat sama sekali tidak menyurutkan komitmen hilirisasi produk lingkungan yang sedang berjalan. "Kami memandang disrupsi lokasi ini sebagai momentum untuk melakukan audit total terhadap aset organisasi. Dengan selesainya data inventarisasi hingga seratus persen dan diterimanya dokumen riset dari Pak Nur Yaqin, fondasi bisnis sirkular kami justru semakin solid. Rumah operasional sementara di Randuagung ini akan menjadi pusat perumusan dokumen NIB dan pendaftaran merek 'Gugus Organik' agar produk komersial kami siap meluncur secara legal di tahun ini," jelasnya.
Menanggapi dinamika operasional tersebut, perwakilan manajemen CSR PT Smelting menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan untuk tetap mengawal eksistensi kelembagaan mitra binaan. "PT Smelting telah mendukung penuh infrastruktur ini sejak penandatanganan bersama otoritas daerah pada awal tahun 2024. Meskipun terjadi dinamika pemanfaatan gedung dengan pihak Kwartir Pramuka, fokus utama investasi sosial kami adalah ketahanan kapasitas manusianya. Kami mengapresiasi kerapian tata kelola RDEE dan KBSG yang sigap menyelamatkan seluruh aset program. Kami akan terus mendampingi proses legalitas pupuk organik ini hingga mencapai izin edar resmi," tegasnya menutup evaluasi bulanan forum.